Tuesday, April 17, 2012

Antologi cerpen tentang perempuan

Cerita fiksi bertema perempuan dengan latar belakang kejadian nyata dapat ditemukan pada sebuah judul Antologi cerpen "Perempuan di kamar sebelah" karya Chairil Gibran. Karya - karya terangkum apik berisi cerita - cerita pendek baik yang sudah pernah diterbitkan di berbagai media cetak maupun beberapa cerita baru yang belum pernah diterbitkan. Enam belas cerita pendek di dalam Antologi ini akan membawamu larut dalam kenyataan sisi kelam
kehidupan kota sesungguhnya. Jadi harapan menemukan cerita bahagia tak akan kamu temukan disini.

Dari beberapa pendapat Sastrawan, penyair, editor, maupun aktivis lingkungan dan budaya tentang buku ini, dapat saya simpulkan sebagai berikut.
Cerpen - cerpen ini ditulis dengan latar belakang kehidupan kota yang keras, gila, penuh keputusasaan, kehidupan sosial masyarakat tentang kekerasan dalam rumah tangga, kehidupan serba kompleks, serta sejarah hitam yang pernah dialami masyarakat indonesia di jaman penjajahan dan Masa dimana masyarakat tidak suka dengan kekuasaan, aparat, birokrat dan sejenisnya. Pengarang tak hanya berhasil membuktikan kepiawaiannya dalam melukiskan realitas, melainkan juga kecerdasan literasi yang mampu membingkai peristiwa historisitas sosial politik indonesia. Maka, Tak ada salahnya kita sebagai generasi muda yang haus akan cerita sastra, buku ini adalah pilihan tepat untuk mengetahui realita kehidupan pada pemerintahan dahulu kala.

Ingin tahu apa saja yang diceritakan dalam antalogi ini? Mari simak inti - inti setiap cerita yang dapat saya simpulkan dalam kalimat - kalimat dibawah ini.

Pengarang berhasil membuat saya tercengang kala membaca cerita berjudul "Menunggu Sepi". Di paragraf - paragraf awal saya tak menduga kalau tokoh utama cerita tersebut adalah seorang waria.

Kekerasan dan kekejaman membangkitkan rasa empati terhadap perempuan kala membaca cerpen "menjelang subuh".

Kisah Kesedihan akan kematian akibat pembunuhan secara diam - diam oleh aparat makin terasa dalam kisah "Halte".

Penyesalan seorang gadis desa yang mengadu nasib di kota terlukiskan dalam "sawah, kopi tubruk, sambal terasi, koboi". Kehidupan gemerlap perkotaan membuat gadis desa itu menjadi perempuan tak berdaya dan sengsara.

Misteri siapa sebenarnya teman baru yang tinggal di kamar sebelah terangkum misteris dalam "Perempuan di kamar sebelah".

Kisah cinta seorang lelaki terhadap seorang pekerja seks dengan bahasa ringan dituturkan dalam cerpen berjudul "Kalung". Kalung yang diberikan si lelaki kepada perempuan psk itu menyadarkan si perempuan untuk segera keluar dari dunia yang selama ini ia geluti.

Penyiksaan dan penganiayaan terjadi pada seorang perempuan dan tiga orang temannya. Mereka dipaksa mengakui kejahatan yang tak pernah mereka perbuat. Aparat - aparat pemerintah kala itu tanpa ampun memaksa. Berbagai perilaku tak sepantasnya terjadi hingga berbuah hukuman 15 tahun penjara tertutur dalam kisah "vonis".

Keputusasaan dan kesedihan seorang perempuan yang meratapi nasib , pasrah tak berdaya atas kejadian pahit yang menimpanya dan keluarganya tergambar miris dalam "Perempuan yang memandang dari jendela". Di hari - harinya hanya memandang dari jendela yang ia lakukan sembari menanti lahirnya seorang anak dalam kandungannya. Seorang kelahiran Anak, buah dari akibat peristiwa pemerkosaan bergantian yang dialaminya.

Cerita miris juga terjadi pada Masa penjajahan belanda. Perempuan muda dijadikan budak nafsu pemuas para tentara belanda. Kepasrahan dan keputusasaan masih tergambar jelas dari kisah "dalam mimpi aku bertemu eyang Putri".

Harapan akan menggapai cita - cita tinggi menjadi orang sukses terus bergelanyut dalam impian seorang gadis kecil dari kampung yang merantau ke Ibu kota. Kesempatan menggapai hal itu tak pernah ada, padahal majikan dimana tempat ia bekerja berjanji membantu untuk menyekolahkannya. Namun apadaya, penguasa yang berhak mengatur segala. Akhirnya ia harus menerima kenyataan., hidup seperti biasa tanpa mengharap "seribu bintang". Harapan Akan mimpi besar gadis kecil tergambar dalam kisah."seribu bintang" ini.

Perjuangan seorang kakak perempuan melindungi dan membesarkan adik perempuannya sendiri sungguh membuat kagum. Namun apa jadinya kala si adik tumbuh dewasa dan menikah dengan laki - laki tak berperikemanusiaan hingga menyebabkan ujung kematian pada adik tercintanya? Ketegangan dan keberanian tertutur secara kronologis dalam kisah "Eksekusi".

Selami perjuangan seorang Ibu guru bersama rekan - rekannya dalam cerita "Ibu guru suamah". Fitnah - fitnah tentang guru - guru memaksa yayasan sekolah ditutup. Dari sanalah timbul semangat perjuangan pembelaan diri Ibu guru suamah beserta rekan - rekannya. Namun, berbagai perjuangan itu berujung sia. Ibu guru saumah serta rekan - rekannya terpaksa mencari pekerjaan lain. Pekerjaan guru tak lagi mampu menjadi sumber nafkah mereka. Penguasa yang bergelimpahan uang mampu merobohkan pembelaan diri mereka.

Telusuri flashback kisah Pria tua pada Masa disaat dia menjadi tentara muda. Menjadi tentara muda Adalah sangat dihormati bagi orang di desanya. Pembunuhan, penyiksaan, pemerkosaan dilakukan oleh tentara - tentara terhadap laki - laki., perempuan, anak -anak yang dianggap sebagai pemberontak pada Masa itu. Kejam dan suram Masih melekat pada cerita berjudul "epitaph".

Peristiwa ringan kali ini tergambar dalam kisah "Matahari mulai tinggi di jogja". Diceritakan tentang perjalanan seorang perempuan yang berlibur ke jogja demi melepas kepenatan. Menikmati suasana jogja sendiri, mencari penginapan, dan mengunjungi teman. Tanpa disangka, Dia bertemu dua wanita berbeda, di tempat berbeda namun dengan satu tujuan. Meminta pertolongan dengan alibi kehabisan uang saat mencari suami yang kabur membawa lari anaknya. Ada saja cara - cara orang mendapatkan uang secara cuma - cuma.

Kekejaman aparat negara menyiksa orang - orang yang dituduh pemberontak membuat pembaca geleng - geleng kepala dan bertanya benarkah negara kita pernah mengalami Masa itu? Ikuti saja tragedi penganiayaan dalam cerita "empat orang saksi"

Bagai amukan serigala, para rakyat yang tak berkuasa melucuti Ibu kota. Menjarah apa saja yang bisa diambil, merusak apa saja yang bisa dirusak, membakar apa saja yang bisa dibakar. Rumah, bengkel , pertokoan semua dihancurkan. Aksi tersebut tak berbeda jauh dengan aksi anarkis para demonstran jaman sekarang. Merusak segalanya di tengah kota. Maka, tepat sekali kisah ini berjudul "serigala di tengah kota".

Itulah kawan, Antologi cerpen ini Semakin memperkaya nilai sastra. Memang tak seperti kisah - kisah ringan bertema kegembiaraan terjabar dalam antalogi ini. Tokoh perempuan disini menjadi penyemangat diri perempuan Masa kini. Kelemahan dan ketidakberdayaan seorang perempuan kini tak selalu melekat pada diri perempuan. Keberanian akan perjuangan Hidup kini ada pada perempuan - perempuan Masa kini.


Akhirnya, karena terinspirasi dari Antologi cerpen ini, coretan inilah yang tercipta.

Perempuan,..
Bukan Identik dengan kelemahan
Bukan Identik dengan ketidakberdayaan
Namun perempuan,
Penuh keberanian..
Penuh semangat perjuangan..

Lihatlah disana para perempuan.,
Tak hanya berdiam diri di dalam rumah..
Tak hanya menunggu suami pulang mencari nafkah..

Lihatlah disana para perempuan.,
Pekerjaan lelaki tak jadi masalah..
Supir bus, tukang parkir, kuli bangunan, bahkan tukang sampah..

Lihatlah disana para perempuan...
Tanpa ragu berkarya dan berusaha..
Hingga Sukses menambah daftar wirausaha..

Maka, jangan jadikan perempuan..,
Percobaan yang menorehkan luka..
Permaianan yang membuat sengsara..
Maka, jangan jadikan perempuan..,
Dihina dan dicaci..
Diremehkan dan diludahi..

Tanpa perempuan..,
Tak akan ada anak perempuan dan lelaki..
Tak akan ada sebuah keluarga berdiri..
Tanpa perempuan..,
Kau tak akan ada disini..
Kau tak akan ada di bumi ini..

1 comment:

  1. Wow sekali ya...itu bukunya masih beredar nggak ya sekarang??

    ReplyDelete